Senin, 14 Oktober 2013

登り窯 (Tungku memanjat di Jepang)


登り窯=noborigama (Tungku  memanjat di Jepang). Tungku ini merupakan evolusi desain dari Anagama menjadi tungku multi-ruang atau terdiri dari beberapa ruang pembakaran. Mungkin sebagian dari sahabat berfikir kenapa namanya tungku memanjat. Ya, seperti foto di atas yang saya ambil dari Ogama cultural park di Shigaraki, Jepang bentuk tungku tersebut unik, dibuat per ruangan, memanjat, kenapa memanjat? tungku tersebut dibangun dengan konstruksi tungku awal di bagian bawah, semakin ke atas semakin tinggi dan luas ruangan dlm tungku juga semakin besar. Tungku ini memiliki ukuran panjang dan lebar kira kira 10mx4m. membakar dengan tungku ini membutuhkan kurang lebih 60 jam, dengan suhu mencapai 1250 - 1350 derajat celsius dengan bahan bakarnya kayu.
 firebox awal tungku
bentuk tungngku tampak depan


saya saat memasukkan kayu (dari lubang tungku samping)

penataan benda keramik di dalam tungku
mengikuti proses pembakaran
Beberapa tembikar Kontemporer akan menggunakan satu atau lebih ruang untuk melakukan salt firing atau pembakaran soda dengan cara menyemprotkan garam atau soda abu (sodium karbonat) ke ruangan melalui celah tungku ketika telah mencapai suhu yang cukup tinggi yaitu 900 derajat Celcius. Untuk lebih jelas bagaimana proses penyemprotan soda abu, klik di sini ya.

Sahabat, berikut ini merupakan beberapa hasil karya proses pembakaran dengan noborigama 
tanpa proses penyemprotan soda abu
dengan penyemprotan soda abu

hasil pembakaran dengan noborigama yang menggunakan proses salt firing menghasilkan benda keramik yang memunculkan efek bintik-bintik putih dari soda abu yang telah disemprotkan.
Semoga postingan ini bermanfaat, terus berkarya.
SemangART

0 komentar:

Poskan Komentar